Penyusutan pakaian adalah masalah umum yang menjadi masalah banyak toko laundry.
Kain yang berbeda memiliki karakteristik penyusutan yang berbeda. Secara umum, serat sintetis dan tekstil campuran memiliki tingkat penyusutan paling rendah, diikuti oleh kain wol dan kain linen. Kain katun menempati peringkat menengah, sedangkan kain sutra memiliki penyusutan yang relatif tinggi. Serat viscose, spun rayon, dan kain wol buatan memiliki tingkat penyusutan tertinggi.
Umumnya produsen pakaian akan melakukan perawatan pra-penyusutan. Namun, pakaian yang telah menjalani perawatan ini tidak sepenuhnya tidak dapat menyusut. Tingkat penyusutannya hanya dikontrol dalam kisaran standar. Meskipun demikian, proses pencucian yang tidak tepat masih dapat menyebabkan penyusutan yang parah.
Tingkat Penyusutan Kain Biasa:
| Ketik | Tingkat Penyusutan |
| Serat Sintetis (Poliester, Nilon, dll.) | 1-3% |
| Kain Campuran | 2-4% |
| Kain Wol | 3-5% |
| Kain Linen | 3-5% |
| Kain Katun | 4-7% |
| Sutra | 5-8% |
| Serat Viscose | 8-10% |
| Berputar Rayon | 8-10% |
| Wol Buatan | 8-10% |
| Kanvas | Sekitar 5-8% |
Pada dasarnya ada empat aspek penyusutan pakaian:
Sifat yang melekat pada serat, kekuatan mekanik yang berlebihan selama pencucian, pembengkakan serat selama perendaman, dan penyusutan akibat panas.
Ketika serat menyerap air, serat tersebut membengkak, biasanya memendek panjangnya dan memperbesar diameternya. Serat dengan kapasitas penyerapan air yang lebih kuat memiliki tingkat penyusutan yang lebih tinggi dan stabilitas dimensi yang lebih buruk.
Toko laundry sebaiknya mengetahui dua aspek berikut sebelum mencuci pakaian.
● Komposisi kain
Produk campuran serat sintetis memiliki tingkat penyusutan yang relatif rendah. Kain yang dicampur dengan 5-10% katun/linen dan serat sintetis juga memiliki tingkat penyusutan yang relatif rendah.
● Kepadatan kain
Kain dengan kepadatan tinggi biasanya memiliki tingkat penyusutan yang lebih rendah dibandingkan kain longgar. Periksa apakah tekstur kainnya kencang. Mereka yang transmisi cahayanya buruk biasanya memiliki kepadatan yang lebih tinggi.
● Kontrol Suhu Air
Kain Katun & Linen: Suhu air ≤ 40℃
Kain Sutra & Wol: Cuci dengan air dingin (≤ 30℃)
Serat Sintetis: Cuci pada suhu kamar
Untuk pakaian jenis kain apa pun, hindari penggunaan air yang terlalu panas karena suhu tinggi akan memperparah penyusutan serat.
● Pemilihan Metode Pencucian
① Disarankan untuk menggunakan kekuatan menguleni dengan lembut untuk mencuci pakaian berharga dengan tangan. Mesin pembersih basah yang dapat diprogram juga dapat digunakan. Dengan mengurangi kecepatan putaran dan rasio putaran terhadap jeda, alat ini memberikan tenaga mekanis yang lembut untuk mencuci pakaian, mencegah tenaga mekanis berlebihan yang menyebabkan pakaian menyusut.
② Pilih deterjen netral berdasarkan bahan pakaian untuk menghindari kerusakan serat akibat alkalinitas yang terlalu kuat.
③ Produk Wol & Sutra: Gunakan deterjen khusus untuk sutra dan wol selama pembersihan, dan hindari gesekan dan suhu tinggi.
④ Celana jeans: Cuci bagian dalam dan luar dengan air dingin, dan hindari pengeringan dengan cara memeras.
● Hindari Mencuci Berlebihan
① Jika pakaian yang terbuat dari bahan berharga dan sensitif di toko laundry hanya memiliki noda lokal, pembersihan lokal dapat digunakan sebagai pengganti pencucian keseluruhan.
② Kurangi jumlah deterjen yang digunakan dan pastikan pembilasan menyeluruh.
● Pemilihan metode pengeringan
Untuk pakaian yang rawan penyusutan, toko laundry sebaiknya mengutamakan pengeringan rata. Jaring pengering dapat digunakan. Pengeringan gantung adalah pilihan kedua. Hindari puntiran, paparan sinar matahari, atau pengeringan dengan suhu tinggi.
● Metode operasi tertentu
mengeluarkan pakaian → memeras airnya secara perlahan (hindari memuntir) → membentuk kembali pakaian → menjemurnya hingga kering
Ini membantu mempertahankan ukuran aslinya. Untuk produk sutra dan wol, hindari menggantungnya jika terlalu berat (karena dapat menyebabkan perubahan bentuk).
● Lingkungan pengeringan
Untuk pakaian yang rawan penyusutan, pilihlah tempat yang berventilasi baik dan sejuk untuk menjemur datar atau menjemur gantung. Hindari sinar matahari langsung.
● Kontrol Suhu
Katun & Linen: Penyetrikaan suhu sedang-tinggi (180-220℃)
Wol: Penyetrikaan suhu sedang (150-180℃)
Kain lembab harus diletakkan di antara setrika dan kain.
Sutra: Penyetrikaan suhu rendah (120-150℃)
Serat Sintetis: Penyetrikaan suhu rendah (100-130℃)
● Teknik Menyetrika
Jika kainnya sedikit lembap, orang dapat dengan lembut meregangkannya kembali ke ukuran aslinya. Menyetrika dengan uap lebih efektif daripada menyetrika kering dalam mengembalikan ukuran kain, dan menyetrika di area yang sama dalam waktu lama selama proses penyetrikaan sebaiknya dihindari.
Untuk pakaian yang sudah menyusut:
Tambahkan sedikit pelembut kain ke dalam air hangat → Rendam di dalamnya selama 10 menit → regangkan perlahan kembali ke ukuran aslinya → keringkan hingga rata
Dengan memahami karakteristik berbagai jenis kain dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat, masalah penyusutan tekstil dapat dikendalikan sepenuhnya. Hal ini dapat membantu memperpanjang masa pakai pakaian dan mempertahankan bentuk yang baik. Perlu diingat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Kebiasaan perawatan yang tepat adalah kunci untuk mencegah penyusutan.
TAMBAHKAN:No.388 Xinggang Road, Distrik Chongchuan, Kota Nantong, 226000, Provinsi Jiangsu, Cina.
Telepon: +86-13917089379
Telp:+86-13917089379
Faks:
E-mail:[email protected]
Cookie memberi Anda pengalaman yang dipersonalisasi, file Сookie membantu kami meningkatkan pengalaman Anda menggunakan situs web kami, menyederhanakan navigasi, menjaga situs web kami tetap aman dan membantu upaya pemasaran kami. Dengan mengklik "Terima", Anda menyetujui penyimpanan cookie di perangkat Anda untuk tujuan ini. Klik "Sesuaikan" untuk menyesuaikan preferensi cookie Anda. Untuk informasi lebih lanjut, tinjau Kebijakan Cookie kami.