Setelah mengetahui serat alami (katun, linen, sutra, dan wol) dan serat sintetis (poliester, nilon, dan spandeks), hari ini kita akan fokus pada kategori utama lainnya dalam kain pakaian, serat selulosa regenerasi.
Bahan baku serat jenis ini berasal dari selulosa tumbuhan alami seperti kayu, bambu, dan kapas. Melalui proses kimia atau fisik tertentu, selulosa alami ini dilarutkan, dimurnikan, dan kemudian dipintal menjadi serat. Ciri terpentingnya terletak pada bahan bakunya yang terbarukan, proses produksinya relatif efisien bersama- ramah lingkungan (dalam beberapa kasus), dan produk akhirnya dapat terurai secara hayati. Oleh karena itu, tekstil ini dipuji sebagai pilihan tekstil yang lebih ramah lingkungan.
Ada 5 serat selulosa regenerasi yang umum: serat viscose, serat modal, serat lyocell, serat cupro. Karakteristik apa yang mereka miliki? Mari kita cari tahu bersama.
Serat Viscose
· Serat viscose terutama berasal dari pulp kapas atau pulp kayu. Jenis kain ini cukup lembut dan nyaman, dengan daya serap kelembapan dan sirkulasi udara yang sangat baik. Bahan ini memberikan rasa sejuk saat dipakai dan dikenal sebagai “kapas buatan” (serat pendek) atau “sutra buatan” (serat panjang).
· Namun serat viscose memiliki kekuatan basah yang rendah (menjadi rapuh jika terkena air), rentan terhadap penyusutan, kerutan, dan deformasi, serta memiliki ketahanan aus yang rata-rata.
· Saat mencuci, gunakan air hangat bersuhu sekitar 30℃ dan pilih deterjen netral. Anda dapat memilih mesin pembersih basah yang dapat mengontrol gaya mekanis secara tepat dan menggunakan gaya mekanis yang lembut mencuci . Jika Anda memilih mencuci dengan tangan, jangan menggosok atau memelintirnya dengan kuat.
Serat Modal
· Serat modal biasanya terbuat dari kayu beech dan diproses dengan teknik viscose yang lebih baik. Kain modal memiliki tekstur tangan yang lebih lembut, halus, dan berkilau dibandingkan viscose, penyerapan kelembapan dan sirkulasi udara yang baik, tirai yang sangat baik, ketahanan terhadap kerutan yang lebih baik dibandingkan viscose, dan kecil kemungkinannya menempel pada tubuh setelah berkeringat.
· Kekurangannya adalah kekakuannya buruk dan cenderung menjadi tipis, longgar, dan rusak setelah berkali-kali dicuci.
· Saat mencuci, air hangat bersuhu sekitar 30℃ dan deterjen netral juga diperlukan. Gerakannya harus lembut (cuci tangan atau cuci basah dengan lembut), dan hindari perendaman dan pencucian dalam waktu lama untuk mencegah kerusakan dan penipisan serat.
Serat Lyocell
· Bahan baku serat Lyocell berasal dari bambu, kayu (seperti kayu putih), dll yang dikelola secara berkelanjutan. Proses produksinya lebih ramah lingkungan (pelarutnya tidak beracun dan dapat didaur ulang), dan dipuji sebagai “serat hijau”. Penyerapan kelembapan dan kemampuan bernapasnya sebanding dengan modal, dan kekuatan kering dan basahnya lebih tinggi. Kain ini memiliki kilau alami, tirai yang bagus, sentuhan halus dan halus, dan juga memiliki sifat antibakteri alami tertentu.
· Bahan ini memiliki ketahanan yang buruk terhadap lipatan, relatif ringan dan tipis, serta rentan tersangkut dan berlubang (terutama saat basah).
· Gunakan air hangat bersuhu sekitar 30℃ dan deterjen netral. Mencuci tangan dengan air dingin lebih baik. Saat mencuci, pastikan melakukannya dengan lembut untuk menghindari gesekan dengan benda kasar lainnya yang dapat menyebabkan tersangkut.
Serat Cupro
· Penampang serat cupro halus, dengan kesan sangat halus dan kilau lembut, memberikan kesan mewah yang mirip dengan sutra asli. Ini memiliki penyerapan air dan sirkulasi udara yang sangat baik, dan tidak rentan terhadap listrik statis. Ini sering digunakan sebagai pelapis jas kelas atas dan semakin banyak terlihat pada pakaian musim panas.
· Bahan ini sensitif terhadap asam dan basa, mudah rusak dan kusut, memerlukan perawatan lebih tinggi, dan biasanya lebih mahal.
· Saat mencuci, pembersihan kering dapat dilakukan. Jika perlu mencuci dengan air, gunakan air hangat di bawah 30℃ dengan deterjen netral. Gerakannya harus sangat lembut dan tidak basah kuyup. Setelah mencuci , peras airnya perlahan (jangan diperas), rendam hingga kering dengan handuk, lalu letakkan rata dan bentuk hingga kering.
Kesimpulan
Rangkaian serat selulosa yang diregenerasi memberi kita pengalaman memakai yang ramah kulit, menyerap kelembapan, menyerap keringat, dan alami, sekaligus menganut konsep perlindungan lingkungan. Saat mencuci, disarankan untuk menggunakan suhu rendah (30℃ atau air dingin), deterjen netral, dan metode pencucian yang lembut. Jika terdapat noda yang berat, sebaiknya dihilangkan sesuai dengan karakteristik noda sebelum dicuci.
TAMBAHKAN:No.388 Xinggang Road, Distrik Chongchuan, Kota Nantong, 226000, Provinsi Jiangsu, Cina.
Telepon: +86-13917089379
Telp:+86-13917089379
Faks:
E-mail:[email protected]
Cookie memberi Anda pengalaman yang dipersonalisasi, file Сookie membantu kami meningkatkan pengalaman Anda menggunakan situs web kami, menyederhanakan navigasi, menjaga situs web kami tetap aman dan membantu upaya pemasaran kami. Dengan mengklik "Terima", Anda menyetujui penyimpanan cookie di perangkat Anda untuk tujuan ini. Klik "Sesuaikan" untuk menyesuaikan preferensi cookie Anda. Untuk informasi lebih lanjut, tinjau Kebijakan Cookie kami.